BAB II MELIHAT NABI MUHAMMAD ﷺ DALAM MIMPI
Bandung, 21 Desember 2021
1. KESEPAKATAN ULAMA TENTANG MELIHAT RASULULLAH ﷺ
DALAM MIMPI.
Di antara kabar gembira adalah seseorang yang bermimpi bertemu dengan Rasulullah ﷺ dalam mimpinya. Rasulullah ﷺ bersabda, مَ نَ رَآنِي فِى ا لمَنَامَِ فَقَ دَ رَآنِي ، فَإنََِ الشَ يطَانََ لََّ يَتَمَثَلَ بِي. )رواه البخاري ومسلم
“Siapa pun (bermimpi) melihatku di dalam tidur, berarti ia sungguhsungguh telah melihatku. Sesungguhnya setan tidak akan bisa menjelmakan diriku. ” (HR. Bukhari).
Di dalam Fatawa al-Imam An-Nawawi termuat pertanyaan tentang mimpi bertemu Nabi Muhammad ﷺ, apakah hanya terbatas untuk orang shaleh saja, atau untuk orang yang kurang baik akhlaknya atau prilakunya?
Ia menjawab mimpi bertemu Nabi Muhammad ﷺ hanya terbatas untuk orang baik (shaleh) saja, namun semua orang bisa bermimpi dengan Nabi Muhammad ﷺ. Mimpi ini sebagai kabar gembira terhadap seorang hamba yang dikehendaki-Nya, dan setan tak mampu meniru fisik atau penampilan Nabi ﷺ.
Para ulama salaf telah menjelaskan dan menampilkan banyak hadis yang menerangkan tentang melihat nabi ﷺ setelah beliau wafat, seperti dalam kitab Fathul Bari karya Ibnu Hajar al-Asqalani dan fatwa ulama al-Azhar sebagai berikut :
ٌمَ نَ رَآنِ ىَ فِى ا لمَنَامَِ فَسَيَرَان ىَِ فِى ا ليَ قظَةَِ وَكَأنََمَا رَآن ىَِ فِى ا ليَ قظَةَِ وَلََّ يَتَمَثَلَ الشَ يطَا نَ بِى
“Barang siapa melihatku dalam keadaan tidur maka seakan dia telah melihatku dalam keadaan sadar, dan syaitan tidak bisa menyerupaiku.“ (HR Bukhari dan Muslim)
Hadis di atas dipahami oleh para ulama salaf sebagai berikut:
Pertama, melihat Nabi ﷺ dalam mimpi atau dalam keadaan sadar adalah hal yang mungkin terjadi (tidak mustahil) sebab tidak ada dalil nash yang menentangnya.
Kedua, melihat Nabi ﷺ setelah beliau wafat menurut sebagian ulama adalah melihat dzat Nabi dan pedapat lain melihat Nabi ﷺ dalam sifat lain bisa dibenarkan. Imam Al-Ghazali memaparkan:
لَ يسََ مَ عنَى قَ ولهَِِ رَآن يَِ أنََ هَ رَأىَ جَ سمِ يَ وَبَدَن يَِ وَاِنَمَا ا ل مرَا دَ أنََ هَ رَأىَ مِثَالًَّ صَارََ ذَلكََِ ا لمِثَالَ آلَ ةَ يَتَأدََى بِهَا ا لمَ عنَى الذَِي فِ يَ نَ فسِيَ إلَِ يهَِ وَكَذَلكََِ قَ ول هَ فَسَيَرَانِ يَ ف يَِ ا ليَ قظَةَِ ل يَسََ ا ل مرَا دَ أنََ هَ يَرَى جِ سمِ يَ وَبَدَنِ يَ – إلى أن قال – فَمَا رَآ هَ
ِ مِنََ الشَ كلَِ لَ يسََ هوََ ر و حَ ا ل م صطَفَى وَلََّ شَ خ ص هَ بَلَ هوََ مِثَالَ لَ هَ عَلَى التَ حقِ يق
“Makna ro’ani (melihatku) dalam hadis bukan berarti melihat jazad dan badan nabi ﷺ, sesungguhnya yang dikehendaki adalah melihat gambaran yang dapat dijadikan alat untuk memahami ma’na, begitupula kata "fasayaroni fi al-aqdzoh" (maka akan melihatku dalam keadaan sadar) bukan berarti melihat jasad dan badan. Apa yang dilihatnya bukanlah ruh al-mushtafa dan bentuknya melainkan benarbenar sebuah mitsal gambaran baginya”.
Ketiga, melihat Nabi ﷺ dalam keadaan sadar diperuntukan kepada mereka yang telah melihat Nabi ﷺ di masa hidup beliau seperti kisah ‘Aisyah. Menurut pendapat lain bahwa melihat Nabi ﷺ dalam keadaan sadar diperuntukkan kepada semua orang. Artinya tidak hanya kepada mereka yang telah melihat Nabi ﷺ di masa hidup beliau. Namun tentu ini tidak dapat dialami orang yang jiwanya tidak bersih.
Keempat, orang yang melihat Nabi ﷺ setelah wafat beliau harus orang yang kredibel menurut agama atau saleh. Kemampuan itu sebagai karamah baginya. Dia mampu menceritakan dengan jelas tentang wujud Nabi ﷺ yang dia lihat.
Kelima, bila orang tersebut diperintah atau dilarang melakukan sesuatu maka sesuatu tersebut tidak boleh bertentangan dengan ajaran agama (Al-Qur’an, Hadis, serta ijtihad para mujtahid) sebab ajaran agama telah sempurna dibawakan oleh Nabi ﷺ di masa hidup beliau.
Keenam, yang dihasilkan dari pertemuanya dengan Nab ﷺ i tidak sampai melanggar ajaran agama. Apabila hasil tersebut berhubungan dengan hukum maka hukum tersebut tidak wajib dilakukan atau diamalkan oleh orang lain.
Ketujuh, setan tidak mampu menyerupai Nabi ﷺ dalam berbagai bentuk dan sifat. Sehingga barang siapa melihat Nabi ﷺ dalam bentuk dan sifat yang baik, menunjukan bahwa agama orang tersebut adalah bagus dan baik, begitupula sebaliknya bila seseorang melihat Nabi ﷺ dalam rupa dan sifat yang kurang baik berarti terdapat kekurangan dalam agamanya. WALLAHu A’lam.
Kesimpulan:
Berdasarkan keterangan diatas maka dapat dipastikan bahwa, para Ulama sepakat tentang melihat Nabi Muhammad ﷺ dalam mimpi adalah suatu hal yang bisa terjadi kepada orang-orang yang Dikehendaki oleh ALLAH ﷻ.
2. GAMBARAN FISIK RASULALLAHﷺ DALAM MIMPI MUHAMMAD QASIM
Ciri-Ciri Nabi Muhammad ﷺ Didalam Mimpi Muhammad Qasim sesuai menurut penjelasan Para Sahabat RadhiALLAHu Anhum dengan dalil yang sahih.
2.1. Wajah Nabi Muhammad ﷺ
a. Contoh pertama Mimpi Muhammad Qasim ;
Dalam mimpinya, Qasim telah bertemu dengan Nabi Muhammadﷺ yang sebenarnya lebih dari 300 kali. "Aku
(Qasim) tidak bisa mengatakan bagaimana wajah Nabi Muhammad ﷺ karena saat aku mendekatinya kepalaku selalu merendah karena rasa hormat. Begitu juga tatapanku tertunduk seperti yang kita lakukan dalam sholat."
Akhlak Muhammad Qasim menundukkan diri kepada Nabi Muhammad ﷺ didalam mimpi karna rasa hormat adalah bersesuaian dengan akhlak kebanyakkan para sahabat sebagaimana dalil berikut:
• Dari Urwah Ibn Mas'ud menyebutkan:
وََۗۗإِذََا تَكَلَّمَ خفَََض وا أََص واتََه م عِِن دََه ، وَمَا ي حِدّ ونَ إلََي هِ النَّظَرَ تََع ظِيمًًا له
"Dan apabila para Sahabat berbicara dengan Nabi Muhammad ﷺ, mereka akan menurunkan suara mereka dan tidak akan terus menatap wajahnya karna perasaan penuh hormat." [Sahih Bukhari Ruj Arab 54/19]
• Dari Amru Ibn al-As menyebutkan:
وَمََا كَانكَانَ أَحََد أَحَبَّ إلَىَّ مِِن رََس ولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَلَّ أَجَلَّ فِِي عََي نِِي مِِن ه وَمََا ك ن ت أ طِِيق
أَ َم لأ عََي نََى أََن أََم لأَ عََي نَىَّ مِِن ه إِِج لاَلًّ لََه وَلََو س ئِِل ت أََن أَصِفََه مََا أَطََق ت لأَنِِّي لََم أََك ن
"Dan tidak ada seorang pun yang lebih saya sayangi daripada Rasulullah ﷺ dan tidak ada yang lebih mulia di mata saya selain dia. Saya tidak pernah bisa memiliki keberanian untuk melihat sekilas wajahnya karena kemegahannya. Jadi jika saya diminta untuk menggambarkan fitur-fiturnya, saya tidak bisa melakukan itu karena saya belum melihatnya sepenuhnya." [Sahih Muslim Ruj Arab 1/228]
b. Contoh kedua Mimpi Muhammad Qasim ;
Muhammad Qasim mengatakan: "Alasan lainnya adalah wajah beliau ﷺ selalu terpancar dengan cahaya yang membuatku sulit untuk memahami fitur wajahnya."
Penjelasan berikut adalah dalil wajah Nabi ﷺ dari pelbagai sudut wajahnya bercahaya (termasuk gigi dan hidung) :
• Jaabir (RadiALLAHu anhu) mengatakan bahwa:
"Rasulullah ﷺ lebih tampan, cantik dan lebih bersinar daripada bulan purnama." [Shamail Muhammadiyah Ruj Arab
1/10]
• Ibn Abi Haalah (RadhiALLAHu anhu) meriwayatkan:
"Tawa Rasulullah ﷺ kebanyakannya adalah tersenyum, pada masa itu gigi depannya yang diberkahi berkilat seperti batu es salju yang bersinar putih." [Shamail Muhammadiyah Ruj Arab 34/225]
• Ibn Abbas (RadhiALLAHu anhu) meriwayatkan:
"Apabila Rasulullah ﷺ berbicara, sebuah pencahayaan yang dikeluarkan dari giginya dapat dilihat." [Shamail Muhammadiyah Ruj Arab 1/15]
• Ibn Abi Haalah RadhiALLAHu Anhu meriwayatkan:
"Hidungnya menonjol dan mempunyai cahaya dan kilau di atasnya. Ketika seseorang pertama kali memandangnya, sepertinya dia memiliki hidung besar, tetapi melihatnya dengan hati-hati menunjukkan bahwa kilau dan keindahan membuatnya tampak besar. Padahal sebenarnya hidung baginda ﷺ tidak besar." [Shamail Muhammadiyah Ruj Arab 1/8]
2.2. Tinggi Nabi Muhammad ﷺ
Qasim mengatakan, "Tinggi Muhammad ﷺ sekitar 5 kaki dan 11 inci (sekitar 180 cm). Beliau memiliki tubuh yang sangat tampan."
Ketinggian 5 kaki 11 inci (180 cm) adalah ketinggian sederhana tinggi yaitu lebih tinggi daripada orang yang pertengahan tinggi (sekitar 5kaki 6inci - 5kaki 8inci) dan lebih pendek daripada orang yang tinggi (6 kaki) dalilnya ;
• Anas (RadhiALLAHu Anhu) meriwayatkan ; "Rasulullah ﷺ tidak tinggi juga tidak pendek." [Shamail Muhammadiyah Ruj Arab 1/1]
• Hasan bin Ali (RadhiALLAHu anhu) meriwayatkan ; "Wajahnya (Rasulullah ﷺ) yang diberkahi bersinar seperti bulan purnama.
Dia lebih tinggi daripada lelaki yang pertengahan tinggi, tetapi lebih pendek daripada orang yang tinggi." [Shamail Muhammadiyah Ruj Arab 1/8]
3. Cara Nabi Muhammad ﷺ Berjalan
Qasim mengatakan, "Beliau memiliki tubuh yang sangat tampan. Nabi Muhammad ﷺ berjalan di atas bumi dengan sangat baik dan lancar."
Hadits / Dalil ;
Nabi Muhammad ﷺ berjalan sangat baik dan lancar dalilnya ;
• Abu Hurairah RadhiALLAHu anhu berkata,
"Aku tidak melihat orang yang lebih tampan seperti Rasulullah ﷺ .
Seolah-olah kecerahan matahari bersinar dari wajahnya yang penuh keberuntungan. Aku tidak melihat ada yang berjalan lebih cepat darinya, seolah-olah bumi terlipat untuknya. Beberapa saat yang lalu dia akan berada di sini, dan kemudian di sana. Kami merasa sulit untuk mengimbangi ketika kami berjalan dengannya, dan dia berjalan dengan kecepatan normal." [Shamail Muhammadiyah Ruj Arab 19/23]
4. Bermimpi Bertemu Nabi Muhammad ﷺ adalah Benar
Mimpi Muhammad Qasim ;
Qasim mengatakan, "...Dan cahaya putih keluar dari tubuh Muhammad ﷺ . Seluruh badanku menyaksikan bahwa ini adalah Nabi ﷺ. Dan saat aku menyapa beliau dan berjabat tangan dengan dengan beliau, tanganku bersaksi bahwa ini adalah tangannya Rasulullah ﷺ . Dan saat aku memeluknya, badanku bersaksi bahwa ini adalah badan hangatnya Rasulullah ﷺ. Dan aku merasakan perasaan yang sangat bahagia dan gembira."
Hadits / Dalil ;
Nabi Muhammad ﷺ bersabda: "Sesiapa yang telah melihatku dalam mimpinya, maka sesungguhnya dia telah melihatku yang sebenarnya." [Sahih Bukhari dan Muslim]
ALLAH ﷻ berfirman bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah seorang
MANUSIA BIASA dan diberikan atau diperlihatkan atau dikuatkan dengan CAHAYA :
• ‘‘Katakanlah (wahai muhammad): Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa.'' Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.’’ [QS. Al-Kahfi, Ayat 110]
• ‘‘...Sesungguhnya telah datang kepada kamu cahaya (Nabi Muhammad) dari ALLAH, dan sebuah Kitab (Al-Quran) yang jelas nyata keterangannya.’’ [Surah Al-Maidah, Ayat 15]
• “Hai Nabi sesungguhnya kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. dan untuk jadi penyeru kepada Agama ALLAH dengan izin-Nya dan UNTUK JADI CAHAYA yang menerangi. ” (QS. Al Ahzab: 45-46).
5. Cara Nabi Muhammad ﷺ Berbicara.
Mimpi Muhammad Qasim ;
Qasim mengatakan, "Beliau (Nabi Muhammad ﷺ) berbicara dengan sangat lembut dan sopan. Dia menunjukkan kasih sayang yang paling dalam dan memiliki cinta yang paling tidak dapat dijelaskan, seolah baru saja dia bertemu dengan anak laki-lakinya yang sudah lama hilang."
Hadits / dalil ;
• Ibn Abi Haalah RadhiALLAHu Anhu meriwayatkan:
"Beliau ﷺ selalu berbicara dengan jelas dari awal hingga akhir. Beliau berbicara dengan singkat, di mana kata-katanya lebih sedikit dan lebih berarti. Setiap kata lebih jelas dari yang sebelumnya. Tidak ada pembicaraan yang tidak masuk akal, juga tidak ada pembicaraan setengah-setengah di mana artinya tidak lengkap dan tidak dapat dipahami." [Shamail Muhammadiyah Ruj Arab 34/225]
6. Cara Nabi Muhammad ﷺ Berdo'a
Mimpi Muhammad Qasim :
Qasim mengatakan, "Beliau ﷺ membuat do'a untuk Ummatnya dan menangis untuk mereka seperti tidak ada bandingan sebelumnya. Beliau ﷺ terus mengatakan, “Ummatku,” yaitu kita! Beliau sangat berduka atas Ummatnya dan dia terus membuat do'a untuk orangorang yang tersesat. Aku tidak bisa menggunakan kata-kata untuk kesedihan seperti itu. Jika Anda tahu Anda tidak akan berhenti menangis karena memikirkannya. Salah satu contohnya adalah beliau berjalan berkeliling, bolak-balik dengan cemas."
Dalam mimpi yang lain, Qasim mengatakan, "Dan beliau ﷺ memiliki begitu banyak harapan, energi dan antusiasme saat beliau akan menyarankan sesuatu kepadaku. Ada satu contoh lain dalam mimpiku yang aku bagi di tulisan lain, yaitu dimana aku melihat ke dalam mata Rasulullah ﷺ yang dipenuhi air mata saat itu. Dan aku terpesona dan tidak bisa berpaling, seolah-olah ALLAH ﷻ telah memenuhi mata beliau dengan cahaya-Nya."
Hadits / dalil ;
Tangisan Nabi ﷺ Yang Luar Biasa. Abdullah bin Shikh-kheer berkata: "Saya menghadiri majlis mulia Rasulullah ﷺ, beliau melakukan sholat, kemudian beliau menangis dalam sholatnya, bunyinya seperti berasal dari dada, seperti periuk mendidih.’ [Shamail Muhammadiyah Ruj Arab 45/322]
Kesimpulan :
Walaupun penjelasan mimpi Muhammad Qasim tidak sedetail Kitab AsSamail Muhammadiyah atau kitab yang lain, ini hanyalah karna Para Sahabat telah banyak menyaksikan Nabi Muhammad ﷺ ketika hidup sedangkan Muhammad Qasim hanya menyaksikan Nabi Muhammad ﷺ melalui mimpi yang ada batasannya sesuai kehendak ALLAH ﷻ. Dan jika memang itu saja yang dilihat oleh Muhammad Qasim, maka tentu saja ia hanya akan menceritakan sesuai apa yang ia lihat saja tanpa berusaha meniru-niru persis seperti yang diterangkan secara lengkap dalam kitabkitab yang menjelaskan ciri-ciri RasulALLAH ﷺ . Yang demikian itu adalah karena Muhammad Qasim adalah seorang yang benar-benar jujur sehingga dia hanya bicara apa adanya sesuai yang dia lihat.
Maka penjelasan diatas telah membuktikan bahwa mimpi Muhammad Qasim bertemu Nabi Muhammad ﷺ masih sesuai dengan riwayat-riwayat para Sahabat RadhiALLAHu Anhum
Komentar
Posting Komentar